Peraih Hadiah Nobel (1901 – 2021)

Nobel Prizes (1901 – 2021)

Pertama kali dikeluarkan pada tahun 1901, Hadiah nobel adalah sebuah penghargaan tertinggi yang dapat diterima seseorang seumur hidupnya. Hadiah Nobel diprakarsai oleh insinyur, akademisi, dan ahli kimia dari Swedia bernama Alfred Nobel, yang juga mendirikan Yayasan nobel dan mengarahkan agar hadiah diberikan kepada mereka yang telah dapat memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia. Nobel lebih lanjut memberikan sebuah maksud dan tujuan untuk memberikan sebuah apresiasi  kepada mereka yang layak, dari manapun mereka berasal, selama memberikan manfaat kepada peradaban manusia, mereka layak mendapatkannya. 

Dari tahun 1901 hingga 2021, Hadiah Nobel telah diberikan sebanyak 609 kali kepada total 943 orang dan 25 organisasi dengan nilai penghargaan sekitar 1 Juta USD untuk setiap peraih Hadiah Nobel. Hadiah Nobel diberikan dalam lima bidang yaitu: perdamaian, sastra, fisika, kimia, dan fisiologi atau kedokteran. Hadiah Nobel dapat diberikan kepada satu orang ataupun lebih dalam lingkup kelompok sekalipun. Salah contoh yang kelompok yang pernah memenangkan Nobel yaitu The International Committee of the Red Cross dalam kategori Hadiah Nobel Perdamaian. 

Saat ini, Amerika Serikat telah memenangkan Hadiah Nobel terbanyak dengan 400 dari tahun 1901 hingga 2021. Negara dengan jumlah Penghargaan Nobel tertinggi berikutnya adalah Inggris dengan 138. Jerman telah memenangkan hadiah Nobel terbanyak berikutnya dengan 111 dan sedang negara ketiga dengan lebih dari 100 pemenang Nobel. Terkadang, penghargaan yang diberikan dapat ditambahkan ke total beberapa negara. Misalnya, Maria Ressa, salah satu penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2021, lahir di Filipina, pindah ke AS saat masih kecil, lulus dari universitas AS, dan telah bekerja di Filipina sebagai profesor dan jurnalis universitas, tetapi mempertahankan hubungan dekat dengan organisasi AS termasuk CNN dan New York Times. Penghargaannya ditambahkan ke total Amerika Serikat dan Filipina.

Dalam proses pemilihan pemenang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para kandidat. Untuk hadiah berbasis sastra dan sains, formulir nominasi dikirimkan setiap tahun kepada sekitar 3.000 akademisi, masing-masing ahli dalam bidang yang relevan (fisika, kimia, kedokteran, ekonomi, sastra). Untuk Hadiah Nobel Perdamaian, formulir nominasi dikirim ke pemerintah, anggota Komite Novel Norwegia, dan mantan pemenang Hadiah Perdamaian.

Setelah semua nominasi diterima, Komite Nobel mempersempit daftar menjadi 300 calon pemenang dan memberikan daftar nominasi, serta laporan yang merinci pencalonan mereka, kepada lembaga yang memberikan setiap hadiah. Institusi kemudian memilih pemenang, yang kemudian dikenal sebagai peraih Nobel, dengan suara terbanyak. Hanya ketika mereka menang, kandidat diberi tahu tentang pencalonan mereka.

Dapat dilihat bahwa berdasarkan pemetaan diatas, Indonesia sebagai salah satu negara terpadat di dunia belum memiliki penghargaan Nobel. Maka dari itu sebagai bagian dari kelompok millenials yang masih memiliki kapasitas produktivitas yang cukup tinggi daripada kelompok umur yang lain, kita sebagai millenials harus dapat tekun lagi dalam bidang-bidang seperti sains ataupun sastra agar kedepannya, anak-anak millenials dari Indonesia juga dapat berkompetisi di dunia Internasional. 

Penulis : Razak Harianto Artabangun


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a comment